Mitos Kucing Dulu dan Sekarang

Rate artikel ini
0 Votes
Mitos Kucing Dulu dan Sekarang

Mesir Kuno

Banyak sumber dan penelitian yang mengatakan bahwa kebiasaan memelihara Si Puss sudah ada pada awal kebudayaan Mesir kuno. Wow.. udah lama banget yah Si Puss jadi idola! Pada saat itu, kucing dianggap telah 'menyelamatkan' masyarakat dari kelaparan akibat serangan hama tikus. Hal ini  kemudian menjadikan Si Puss sebagai sosok dewa, salah satunya Dewi Bast. Mitos Dewi Bast muncul dari kekaguman manusia terhadap kucing sebagai hewan kesayangan. Bast adalah anak dari dewa matahari, Ra, dan banyak berperan penting dalam perkembangan kepercayaan Mesir kuno.

Hari ini, tentu saja sudah banyak terjadi perubahan pada masyarakat Mesir. Kucing tidak lagi dianggap sebagai dewa, namun tetap banyak dipelihara dan disayang oleh banyak orang.

 

Jepang

Di Jepang, ada Si Puss yang dikenal dengan sebutan Maneki Neko (dalam bahasa Jepang : neko=kucing). Maneki Neko adalah figur kucing ‘selamat datang’  yang dipercaya membawa keberuntungan. Patung ini menggambarkan kucing lokal dari Jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat, seolah-olah sedang melambai-lambai. Mitosnya adalah, saat tangan kiri diangkat, maka akan mengundang pelanggan untuk datang. Bila tangan kanan diangkat, rezeki akan datang. Apabila kedua tangannya diangkat, berarti kucing tersebut sedang meminta perlindungan.

Maneki Neko hingga kini masih banyak dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat  usaha lainnya. Beberapa orang masih menganggap Maneki Neko sebagai pembawa keberuntungan, beberapa lainnya lebih menjadikannya sebagai souvenir atau sekedar pajangan.

 

Eropa

Mungkin mitos yang paling sering kita ketahui adalah, kucing hitam akan membawa sial. Hal ini disebabkan pada abad pertengahan, kucing sering dianggap berhubungan dengan penyihir. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa mitos ini yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death adalah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang ketika itu percaya bahwa setan yang menyebabkan penyakit tersebut terjadi. Seram dan menyedihkan, ya? Padahal, kejadian tersebut disebabkan oleh minimnya kesadaran orang-orang saat itu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan terdekatnya akibat kesenjangan ekonomi yang sangat mencolok.

Eropa sekarang tentu saja sudah sangat berbeda. Ilmu pengetahuan telah banyak membuktikan bahwa hal-hal yang dahulu dianggap mistis sebetulnya bisa dicari tahu penyebabnya secara ilmiah. Kucing hitam pun “selamat” dari anggapan si pembawa sial.  

 

Nah, itu dia mitos tentang kucing di tiga Negara di dunia.  Tentunya masih banyak lagi mitos dan kepercayaan tentang Si Puss di berbagai tempat lainnya. Kalo di daerahmu sendiri, mitos apa yang dikaitkan  dengan Si Puss, Furriends?