Mengenal Bahasa Tubuh Kucing

Rate artikel ini
0 Votes
Mengenal Bahasa Tubuh Kucing

Mengenal bahasa tubuh kucing adalah bagian dari cara merawat kucing yang baik. Tujuannya agar kucing-kucing selalu merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhannya. Agar tidak salah menafsirkan, berikut jenis-jenis bahasa tubuh kucing yang perlu kamu ketahui:

Ramah

Mata kucing yang ramah akan terlihat sigap dan mengedip perlahan. Telinganya akan menghadap ke depan dan kumis mengembang sempurna. Kucing yang ramah juga bisa dikenali lewat suaranya. Jika mengeong, tandanya ia sedang berusaha berinteraksi dengan kita. Kamu boleh langsung meresponnya.  Tapi ingat, sesuaikan responmu dengan dengan kepribadian kucing dan konteks suasananya.

Takut

Kucing yang takut biasanya terlihat dari pupil matanya yang mengecil, telinganya berubah menjadi rata, dan ekornya turun merapat dengan tubuhnya. Kalau kucingmu menunjukkan tanda-tanda ini, jangan membuat gerakan tiba-tiba karena bisa membuatnya semakin tidak nyaman yang dapat berujung perilaku agresif.

Mengajak bermain

Saat kucingmu berdiri tegak dengan ekor yang melengkung ke atas, atau berguling ke samping dan memperlihatkan perutnya, itu tandanya ia sedang mengajakmu bermain. Mengajak kucing bermain termasuk dalam cara merawat kucing yang baik. Saat timbul hasrat bermain, biasanya telinga kucing menjadi tegak dan menghadap ke depan. Tapi ingat, jangan mengusap-usap perutnya—seperti yang akan kamu lakukan ke anjing—karena kucing akan refleks menunjukkan sikap defensif dengan mencakar atau menggigit tanganmu.

Rileks

Ada beberapa tanda yang menunjukkan kucingmu sedang rileks. Sebaiknya kamu perhatikan dengan jeli karena posisi tubuh kucing yang rileks mirip dengan saat mereka ketakutan. Telinganya akan menghadap ke depan dan ekornya akan lurus mendatar. Jika diperhatikan lebih jeli, kumisnya juga akan terlihat sedikit mengembang.

Marah

Saat kucingmu menunjukkan bahasa tubuh yang negatif, ia tidak ingin melakukan interaksi dengan siapapun. Pupil matanya akan mengecil dan telinganya berubah datar setara dengan kepala. Yang paling kentara adalah bulu-bulu di punggung dan ekor yang mendadak berdiri. Jika melihat kucing yang menunjukkan tanda-tanda tersebut, jangan mendekati atau berusaha mengangkatnya, terutama saat kucingmu mengeluarkan suara desisan atau geraman. Beri ia waktu untuk menenangkan diri.

Semoga informasi mengenai cara merawat kucing dengan mengenali bahasa tubuhnya ini bisa menambah pengetahuanmu!